GROBOGAN, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Ketahanan Pangan buka suara mengenai bantuan minyak goreng merek Minyakita yang diduga terkontaminasi karena mengeluarkan bau seperti solar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan, Suwarno, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog sebagai penyalur bantuan pangan untuk mengganti bantuan Minyakita dengan produk lain.
“Saat ini sudah dilakukan mapping data bagi masyarakat yang kualitas minyaknya ada masalah. Pihak penyalur, dalam hal ini Bulog, akan mengganti minyak tersebut kepada penerima bantuan pangan,” ujar Suwarno, Kamis, 2 Juli 2026.
Suwarno menuturkan keluhan pertama kali diterima dari warga Desa Penadaran, Kecamatan Gubug. Menurutnya, permasalahan tersebut baru terjadi pada penyaluran bantuan pangan tahap keempat.
Ia menjelaskan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan di wilayah terdampak mencapai 1.755 KPM dengan total penyaluran sebanyak 7.066 liter minyak goreng.
“Data yang sudah final telah di drop untuk penggantian minyak goreng,” katanya.
Suwarno menegaskan, Dinas Ketahanan Pangan meminta Bulog segera menuntaskan pendataan sekaligus mendistribusikan minyak goreng pengganti agar masyarakat tidak dirugikan.
“Kami meminta penyalur untuk sesegera mungkin melakukan pendataan dan penyaluran minyak pengganti kepada penerima manfaat,” tegasnya.
Selain memastikan penggantian minyak goreng, pihaknya juga meminta Bulog lebih selektif dalam menentukan pemasok produk bantuan pangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Dari kejadian ini, kami berharap Bulog yang menjadi penyalur bantuan pangan oleh Bapanas agar dapat menunjuk supplier yang baik, karena ini terkait dengan keamanan bahan pangan dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Ia mengungkap keluhan minyak goreng berbau solar ternyata tidak hanya berasal dari Desa Penadaran, Kecamatan Gubug. Dinas Ketahanan Pangan juga menerima laporan serupa dari keluarga penerima manfaat di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo.
“Tidak hanya di Gubug saja, kami juga menerima info di Kemadohbatur,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Desa Penadaran mengeluhkan minyak goreng merek MinyaKita kemasan dua liter yang diterima melalui program bantuan pangan mengeluarkan aroma menyengat menyerupai solar.
Karena khawatir terhadap keamanan produk tersebut, warga memilih menghentikan penggunaannya sambil menunggu penggantian produk dari pihak penyalur.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















