JEPARA, Beritajateng.id – Nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Jepara, khususnya di Kelurahan Ujungbatu, terpaksa tidak melaut selama lebih dari dua minggu terakhir. Hal ini lantaran cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi masih berlangsung dan dapat membahayakan nelayan.
Ketua Kelompok Nelayan Kartini Maritim Jepara, Ahmad Romdhoni, mengatakan kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat nelayan tidak berani mengambil risiko untuk melaut.
“Sudah lebih dari dua minggu ini nelayan tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem dan gelombang tinggi,” katanya, Selasa, 20 Januari 2026.
Selama tidak melaut, Dhoni mengungkap sebagian nelayan mengisi waktu dengan melakukan perawatan alat tangkap, seperti merajut dan memperbaiki jaring yang mulai rusak. Namun, kegiatan tersebut tidak mampu menutupi kebutuhan ekonomi keluarga nelayan.
“Tidak ada penghasilan sama sekali, karena satu-satunya mata pencaharian kami hanya dari melaut. Akibatnya, banyak warga yang mulai menjerit karena beban ekonomi semakin berat,” ujarnya.
Ia mengungkap jumlah nelayan di Kelurahan Ujungbatu tercatat sebanyak 314 orang. Jumlah tersebut belum termasuk nelayan dari kelurahan lain seperti Jobokuto, Demaan, dan Bulu, yang juga terdampak kondisi cuaca ekstrem.
Atas kondisi tersebut, pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada para nelayan yang terdampak, khususnya dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok.
“Kami berharap ada bantuan sembako dari pemerintah. Minimal bisa meringankan kebutuhan pokok keluarga nelayan dalam beberapa hari ke depan selama cuaca ekstrem masih berlangsung,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















