KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Tanah longsor di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, semakin meluas. Saat ini luasan longsor yang terjadi sejak 2022 itu telah mencapai 1,5 kilometer dari titik awal. Kondisi ini pun dinilai mengancam kawasan permukiman di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menjelaskan kajian teknis penyebab longsor di wilayah Kalongan itu sudah dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng)
“Penyebab longsoran itu karena dibawahnya ada aliran air yang diperkirakan usianya sudah lama sekali, artinya aliran air zaman purba yang membuat tanahnya jadi tanah jenuh,” katanya, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menyebut cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir membuat longsoran tersebut semakin meluas.
“Karena memang tanah yang ada di sekitar longsoran itu tanah batu lempeng dengan karakteristik tanahnya mudah lumer, sehingga hal ini semakin memperparah longsor yang terjadi di wilayah itu,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, kata dia, telah melakukan cek lokasi secara langsung untuk meninjau kondisi longsor di wilayah tersebut.
“Kondisi longsor saat ini memang sudah mengarah mengancam warga sekitar Kalongan, karena jarak longsoran dengan permukiman warga itu saat ini sudah di angka 15 hingga 20 meter,” ungkap dia lagi.
Saat ini jangkauan luasan longsor semakin luas yakni di angka 1,5 kilometer dengan lebar sekitar 250-an meter dan tinggi longsoran mencapai 60 kilometer.
“Dari hasil kajian kami bersama DPU Kabupaten Semarang itu memang saat ini tidak memungkinkan untuk mengatasi longsoran tersebut, sehingga kami memasang alat Early Warning System (EWS) untuk peringatan dini kepada masyarakat terkait ancaman longsoran susulan,” tegasnya.
Alex menjelaskan, posisi EWS sebelumnya sudah terpasang di sisi timur longsoran. BPBD pun akan kembali memasang EWS di sisi barat.
“Kami juga minta kepada masyarakat setempat untuk lebih meningkatkan lagi kewaspadaannya, dan khusus warga yang terdampak di sisi utara dan selatan itu ada 22 Kepala Keluarga (KK) karena di sisi utara dan selatan muncul efek longsoran-longsoran baru, jadi kami minta untuk semakin waspada,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















