KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus merampungkan revitalisasi pada enam pasar tradisional sepanjang 2025. Dengan revitalisasi itu, diharapkan pedagang dan pembeli dapat melakukan aktivitas jual beli dengan lebih nyaman dan aman.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono, menjelaskan bahwa proyek revitalisasi tersebut menyasar Pasar Babe, Pasar Baru, Pasar Mijen, Pasar Piji, Pasar Hewan, dan Pasar Brayung. Seluruh pekerjaan telah selesai dan kini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Revitalisasi ini kami lakukan agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja. Dengan fasilitas yang lebih baik, pedagang dan pembeli sama-sama diuntungkan,” ujar Agus pada Rabu, 24 Desember 2025.
Ia merinci, revitalisasi Pasar Mijen difokuskan pada perbaikan atap bagian depan dengan anggaran sebesar Rp175 juta.
Sementara itu, Pasar Hewan mendapat perbaikan saluran air guna mengatasi genangan dengan nilai anggaran yang sama, yakni Rp175 juta.
Pasar Piji juga memperoleh sentuhan revitalisasi melalui pengerjaan paving, pembangunan landasan, serta penyediaan kontainer sampah. Untuk proyek ini, Agus mengungkap Pemkab Kudus mengalokasikan dana sebesar Rp175 juta.
Adapun Pasar Brayung mendapatkan pembangunan akses masuk pasar dengan anggaran lebih besar yakni sekitar Rp300 juta. Akses masuk itu dibangun guna mempermudah mobilitas pedagang dan pengunjung.
Tak kalah penting, kata dia, Pasar Baru turut dibenahi dengan pembangunan pintu masuk di sisi utara dan selatan pasar, dengan total anggaran sekitar Rp175 juta.
Sedangkan Pasar Babe menjadi proyek terbesar dengan pembangunan tahap kedua, meliputi pembuatan atap dan lantai dasar, dengan anggaran mencapai Rp1,1 miliar.
Menurut Agus, perbaikan infrastruktur pasar berdampak langsung terhadap kenyamanan pengunjung. Kondisi pasar yang bersih, tertata, dan aman diyakini mampu menarik lebih banyak pembeli, sehingga omzet pedagang pun diharapkan bisa meningkat.
“Kalau pasar nyaman, orang tidak ragu datang. Ujung-ujungnya, perputaran ekonomi di pasar rakyat bisa semakin hidup,” tegasnya.
Untuk tahun 2026 mendatang, Agus mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran membuat revitalisasi besar hanya difokuskan pada Pasar Kliwon, khususnya perbaikan atap Lantai 2 Blok C dengan anggaran sekitar Rp170 juta.
Sementara pasar lainnya akan mendapatkan perbaikan ringan melalui anggaran perawatan rutin sebesar Rp500 juta yang dialokasikan untuk 25 pasar.
“Harus ada skala prioritas. Yang terpenting, pasar tetap layak dan aman digunakan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















