KUDUS, Beritajateng.id – Perum Bulog Jawa Tengah memastikan stok ketersediaan beras aman selama Lebaran Hari Raya Idulfitri. Saat ini stok cadangan beras di gudang Bulog Jateng tercatat sekitar 515.722 ton.
“Dengan rata-rata alokasi bantuan pangan Februari hingga Maret sekitar 101.000 ton, stok ini cukup untuk lima sampai enam bulan ke depan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, saat kunjungan kerja di Pasar Baru Kudus, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut dia, ketersediaan beras tersebut dipastikan akan terus bertambah karena saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah sedang memasuki masa panen raya.
Bulog, kata dia, terus melakukan penyerapan hasil panen petani guna menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.
“Sekarang kita juga sedang dalam periode panen raya, sehingga serapan akan terus bertambah. Rata-rata serapan di Jawa Tengah sekitar 3.500 ton setara beras per hari,” terangnya.
Selain memastikan stok beras, Bulog juga menguasai pasokan minyak goreng subsidi Minyakita dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Menurut Sri Muniati, stok Minyakita yang berada di wilayah Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 9,5 juta liter. Persediaan tersebut disiapkan baik untuk kebutuhan komersial di pasar maupun untuk program bantuan pangan pemerintah.
“Bulog Jawa Tengah juga menguasai Minyakita sekitar 9,5 juta liter untuk kebutuhan komersial dan juga untuk bantuan pangan yang akan disalurkan dalam waktu dekat,” katanya.
Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari raya, Bulog juga mulai menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat untuk alokasi Februari hingga Maret 2026.
Program tersebut ditargetkan dapat tersalurkan secara merata di seluruh wilayah Jawa Tengah sebelum Idulfitri.
“Bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret sudah mulai disalurkan. Insyaallah untuk seluruh Jawa Tengah bisa tersalurkan sebelum hari raya, dan setelah itu akan dilanjutkan kembali,” ujarnya.
Selain itu, Bulog juga akan kembali menyalurkan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta menggelar gerakan pangan murah dengan bekerja sama bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional.
“Kita akan melakukan intervensi apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan,” ucapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















