KUDUS, Beritajateng.id – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kudus mengalami kerusakan usai tergenang banjir akibat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi selama kurang lebih sembilan hari.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat, total kerusakan jalan pasca banjir yakni sebanyak 3.570 titik. Jalan-jalan yang mengalami kerusakan tersebut saat ini pun sudah mulai dilakukan perbaikan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakilnya Bellinda Birton pun meninjau langsung proses perbaikan jalan rusak pasca banjir di Jalan R Agil Kusumadya, Selasa, 20 Januari 2026.
“Hari ini kami menambal jalan milik kabupaten, karena setelah pasca hujan selama 8 hingga 9 hari jalan- jalan di Kudus banyak yang berlubang,” katanya.
Ia mengatakan, Dinas PUPR Kabupaten Kudus telah memperbaiki sekitar 1.500 titik jalan yang rusak akibat tergenang banjir. Sementara sisanya masih dalam proses perbaikan.
“Kami utamakan memperbaiki jalan kabupaten dulu. Lalu jalan provinsi dan jalan nasional juga akan ikut kami perbaiki berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.
Bupati mengatakan proses perbaikan akan dilakukan semaksimal mungkin agar bisa selesai dengan cepat. Pihaknya juga telah menyiapkan empat tim perbaikan jalan pasca banjir yang bekerja secara serentak.
“Prosesnya akan kami lakukan agar bisa cepat selesai, tapi tetap memperhatikan kondisi cuaca karena kalau sedang hujan tentu perbaikan tidak bisa dilakukan,” ujarnya.
Perbaikan jalan pasca banjir ini menggunakan anggaran perbaikan rutin milik Dinas PUPR Kabupaten Kudus. Adapun anggaran perbaikan yang dimiliki DPUPR Kudus tahun ini senilai Rp9 miliar.
Pemkab Kudus menargetkan percepatan perbaikan jalan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Pemerintah daerah juga terus membuka ruang koordinasi lintas sektor agar seluruh ruas jalan, baik kabupaten, provinsi, maupun nasional, dapat tertangani secara optimal.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















