KUDUS, Beritajateng.id – Bupati Sam’ani Intakoris bersama Bunda Literasi Endhah Sam’ani Intakoris meresmikan gedung baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus pada Kamis, 29 Januari 2026.
Bupati menyampaikan pembangunan gedung layanan perpustakaan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Perpustakaan ini kami hadirkan untuk menjamin ketersediaan sarana fisik akses informasi yang merata bagi masyarakat. Lebih dari itu, perpustakaan menjadi ruang edukasi yang nyaman, tempat berlatih inovasi, berdiskusi, dan mengembangkan gagasan. Budaya membaca dan literasi harus kita dorong bersama sebagai fondasi kemajuan daerah,” ujarnya.
Di perpustakaan tersebut, ia menyebut ada sekitar 34 ribu buku dengan total 48 ribu eksemplar. Gedung perpustakaan ini dirancang sebagai pusat pengetahuan dan informasi yang representatif, ramah disabilitas, serta menjadi ruang publik yang nyaman dan inklusif sesuai standar nasional.
Bupati Sam’ani berharap lokasinya yang berada di pusat aktivitas masyarakat mampu meningkatkan akses dan minat baca masyarakat lintas usia.
Dalam kegiatan itu, ia turut mengapresiasi pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan serta Desa/Kelurahan sebagai penggerak literasi di tingkat akar rumput, sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara optimal.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bunda Literasi yang baru dikukuhkan, sebagai ujung tombak penggerak literasi. Semoga dengan hadirnya Bunda Literasi, anak-anak bisa berkurang main hp-nya, lebih gemar membaca,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Joko Santoso. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan literasi di daerah melalui penguatan sarana dan prasarana perpustakaan.
“Pemerintah pusat terus mendorong pembangunan dan pengembangan perpustakaan di daerah karena kecakapan literasi merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Literasi yang kuat akan melahirkan masyarakat yang adaptif, kritis, dan berdaya saing,” jelasnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa hari ini ada 9 Bunda Literasi Kecamatan, 123 Bunda Literasi Desa, dan 7 Bunda Literasi Kelurahan yang dikukuhkan. Ia menegaskan peran Bunda Literasi sangat strategis dalam menumbuhkan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
“Bunda Literasi diharapkan menjadi ikon dan penggerak agar anak-anak dan remaja gemar membaca dan menulis. Literasi bukan hanya tentang buku, tetapi tentang membangun cara berpikir, memberi inspirasi, dan mencetak generasi emas yang cerdas serta berwawasan luas,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Mutrikah, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum ini didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari Perpustakaan Nasional RI serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus melalui Dinarpus Kudus Tahun Anggaran 2025.
“Gedung perpustakaan ini terdiri dari empat bangunan utama yang meliputi ruang baca umum dan referensi, ruang multimedia dan pertemuan, ruang baca remaja, serta ruang baca anak. Seluruh fasilitas dirancang untuk mendukung layanan literasi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















