KUDUS, Beritajateng.id – Bantuan sebanyak 21 ribu liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.
Tiga truk tangki dikerahkan dalam distribusi tersebut. Masing-masing membawa 7.000 liter air bersih yang kemudian disalurkan ke sejumlah tandon berkapasitas 5.000 liter.
Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri dan Bhayangkari terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, baik untuk minum, memasak, mandi maupun mencuci,” kata Kompol Rendi, belum lama ini.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat.
Keterbatasan air maupun penggunaan air yang tidak layak dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
Karena itu pihaknya berharap bantuan air bersih mampu mengurangi beban warga sekaligus membantu mereka menjaga pola hidup bersih selama musim kemarau.
“Harapan kami bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketersediaan air bersih juga penting untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Kompol Rendi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Kudus agar jajaran kepolisian terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pesan Bapak Kapolres, Polri harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















