KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyediakan fasilitas internet wifi gratis di tujuh ruang publik. Fasilitas ini dapat diakses oleh masyarakat selama 24 jam tanpa kata sandi.
Ketujuh lokasi tersebut meliputi Taman Ganesha, Alun-alun Kulon Menara atau Taman Menara, Alun-alun Simpang Tujuh, Balai Jagong, Taman Hutan Kota Rendeng, Taman Gondangmanis, serta Taman Bumi Wangi di Desa Jekulo.
Seluruh titik tersebut telah dilengkapi perangkat wifi dengan kecepatan hingga 200 Mbps. Fasilitas ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan mudah untuk berbagai aktivitas digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kudus, Satria Agus Himawan, mengatakan pengadaan wifi gratis tahun ini berbeda dari sebelumnya.
Jika sebelumnya bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan terkendala perawatan, kini layanan dikelola langsung oleh pemerintah daerah sehingga keberlanjutannya lebih terjamin.
“Untuk tahun ini kita lakukan pengadaan untuk wifi gratis di ruang publik. Kalau tahun-tahun sebelumnya dari CSR, setelah itu mati karena tidak ada perawatan. Sekarang akan kita pantau dan rawat secara rutin,” ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Satria, internet gratis ini dapat dimanfaatkan untuk komunikasi, mengakses layanan digital pemerintah, transaksi daring, belajar, hingga bekerja. Bahkan, para pedagang di sekitar taman dan alun-alun bisa memanfaatkannya untuk mendukung penjualan secara online.
Satria mengungkap Balai Jagong dan Alun-Alun Simpang Tujuh menjadi titik dengan fasilitas terbanyak yakni masing-masing lima dan empat perangkat wifi. Hal ini karena dua lokasi itu merupakan pusat aktivitas masyarakat. Sementara lima titik lainnya masing-masing hanya satu perangkat.
Setiap pengguna, kata dia, dapat mengakses internet selama 1×24 jam dalam satu kali login. Setelah itu sistem akan otomatis keluar, dan pengguna dapat masuk kembali melalui halaman akses tanpa memerlukan kata sandi.
Meski tidak ada batasan jumlah perangkat yang terhubung, Satria menuturkan kecepatan tetap dipengaruhi banyaknya pengguna dalam waktu bersamaan.
Untuk mendukung operasional, Diskominfo bekerja sama dengan Dinas PKPLH terkait penyediaan listrik di area taman, serta Dinas Perhubungan untuk area Balai Jagong dan alun-alun. Satria berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas ini secara bijak.
“Semoga ini menjadi internet positif yang benar-benar membantu masyarakat dan tidak disalahgunakan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















