KUDUS, Beritajateng.id – Para pedagang Pasar Babe hingga kini masih enggan menempati bangunan baru yang telah selesai dibangun pada akhir 2025. Pasar ini sebelumnya mengalami kebakaran hebat pada Juli 2024 lalu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus lantas melakukan perbaikan bertahap sejak 2024 dan 2025. Namun para pedagang tidak mau menempati bangunan baru tersebut lantaran tidak ada sekat yang membatasi lapak antar pedagang.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Babe, Hariyanto, menyebut para pedagang telah dijanjikan oleh Pemkab Kudus akan dibangunkan sekat. Sehingga, sebelum sekat itu dibuat, mereka tidak akan menempati bangunan baru.
“Dari bupati dulu akan membantu pembuatan sekatnya. Ini sudah selesai dibangun, tapi belum difungsikan sama sekali, nunggu sekat,” ujar Hariyanto.
Saat ini ada sekitar 264 pedagang di Pasar Babe yang bertahan di lapak sementara. Kendati demikian, mereka berharap agar Pemkab Kudus bisa segera membangunkan sekat agar dapat kembali berjualan normal seperti sebelumnya.
Satu bangunan los sendiri diperkirakan dapat difungsikan untuk 132 pedagang. Sehingga, dari total pedagang yang ada saat ini, nantinya akan dibagi ke dalam dua bangunan baru di Pasar Babe tersebut.
“Kami juga belum tahu kapan akan dibangunkan sekat. kami juga sudah menanyakan pas audiensi dengan bupati, nanti katanya mau diupayakan,” bebernya.
Hariyanto juga menyebut bahwa para pedagang sudah menunggu lama pembangunan los baru ini sejak tragedi kebakaran hebat di Pasar Babe. Mereka berharap, pada tahun 2027 sudah dibuatkan sekat untuk berdagang.
“Harapannya yang di 2027 ini harus ada daftar pembangunan untuk sekat, karena pedagang sudah menunggu terlalu lama, ibaratnya sudah dua tahun. Para pembeli masih sama saja,” bebernya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















