KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bakal melakukan renovasi pada Kawasan Terminal Colo. Rencananya, kawasan yang memiliki panorama lereng Gunung Muria itu akan diubah menjadi tempat nongkrong.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto, menyampaikan rencana renovasi Terminal Colo ini dilakukan agar para wisatawan maupun peziarah bisa semakin nyaman ketika datang ke Kawasan Wisata Sunan Muria.
Mengingat, Terminal Colo menjadi tempat parkir utama kendaraan bagi para peziarah maupun wisatawan yang datang ke Gunung Muria.
“Pengunjung kan sudah bayar retribusi ketika masuk ke kawasan wisata Muria itu, jadi kami ingin meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan menambah area yang bisa jadi tempat nongkrong. Apalagi di sana punya pemandangan lereng Muria yang sangat bagus,” paparnya.
Ia menjelaskan, Terminal Colo sebenarnya sudah memiliki ruko-ruko yang diisi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun, pihaknya mengakui penataannya memang belum maksimal.
Oleh karena itu, pihaknya berencana merenovasi landasan parkir yang ada di area Terminal Colo. Kemudian, menambahkan area publik seperti tempat duduk untuk melihat pemandangan khas Lereng Gunung Muria.
“Kami juga akan tambahkan area resto yang nyaman bagi pengunjung. Karena konsekuensinya kita sudah menerima retribusi, pengunjung juga harus bisa disuguhkan fasilitas untuk menikmati pemandangan Muria,” terangnya.
Teguh menyebut, pengembangan Terminal Colo ini akan menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran tahun 2027 mendatang. Dengan rencana ini, Teguh juga menargetkan ada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata, khususnya dari kawasan Terminal Colo.
“Semoga saja bisa terealisasi, dan semoga saja anggaran di tahun 2027 juga berpihak kepada kita (Disbudpar Kabupaten Kudus),” ucapnya.
Sebagai informasi, PAD dari sektor pengelolaan kekayaan yang berada di bawah Disbudpar Kudus pada tahun 2025 mencapai 95 persen atau senilai Rp3,5 miliar dari target yang dibebankan sebesar Rp3,8 miliar.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















