KUDUS, Beritajateng.id – Warga Kabupaten Kudus mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Kelangkaan pertalite ini memaksa mereka membeli BBM non subsidi yang harganya lebih mahal.
Salah seorang warga, Samiono, mengaku telah berkeliling mencari Pertalite di beberapa SPBU, namun hasilnya nihil. Ia menyebut sudah mendatangi tiga SPBU berbeda sejak sehari sebelumnya.
“Mulai kemarin mencari, sampai hari ini belum dapat,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, kelangkaan ini sangat membebani masyarakat kecil. Ia terpaksa mempertimbangkan penggunaan BBM non-subsidi yang harganya jauh lebih tinggi.
“Apalagi untuk yang non-subsidi harganya mahal. Ini jelas memberatkan,” keluhnya.
Samiono berharap pasokan Pertalite segera kembali normal agar kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, bisa terpenuhi.
“Harapannya ya segera ada lagi, supaya rakyat kecil seperti kami bisa tetap beraktivitas,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Ema Diah. Ia mengaku terpaksa membeli Pertamax Turbo karena tidak menemukan Pertalite di SPBU.
“Ya terpaksa beli, yang penting bisa berangkat kerja dan tidak terlambat,” katanya.
Sementara itu, salah satu karyawan SPBU yang enggan disebutkan namanya mengungkap pihaknya telah melakukan pemesanan ulang stok BBM subsidi Pertalite. Namun hingga kini, pasokan dari pusat belum datang.
“Kami sudah melakukan pemesanan, tapi belum ada kiriman,” ujarnya.
Ia menuturkan belum ada kepastian distribusi Pertalite akan kembali normal. Bahkan, kondisi kekosongan seperti ini disebut baru pertama kali terjadi di SPBU tempatnya bekerja.
“Belum pernah terjadi seperti ini sebelumnya,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















