KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mencatat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan mencapai 18.600 unit tahun ini. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang hanya 18.277 UMKM.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Muh Faiz Anwari mengatakan dari jumlah itu sebanyak 95 persen UMKM binaan pemerintah daerah berada di sektor kuliner.
Menurutnya hal ini karena sektor kuliner paling mudah untuk dikembangkan oleh masyarakat untuk menjadi sebuah usaha baru. Selain itu, pangsa pasar di bidang kuliner juga bisa lebih luas dibandingkan sektor lainnya.
“Bagi kami, sektor makanan dan minuman juga memang paling potensial untuk dikembangkan usahanya. Karena memang konsumennya lebih banyak juga bisa dari berbagai kalangan dan usia,” tuturnya.
Ia mengatakan, pembinaan terhadap UMKM merupakan salah satu program prioritas nasional. Sehingga, menurutnya hal itu harus dijalankan dengan optimal untuk memastikan UMKM bisa tetap berjalan bahkan berkembang.
“Kami rutin lakukan pemantauan, pembinaan bahkan bantuan modal. Tapi memang harus diseleksi dulu untuk UMKM yang bisa mendapatkan bantuan modal,” tukasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















