KUDUS, Beritajateng.id – Trauma healing diberikan kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Kudus. Kegiatan ini diberikan terutama kepada anak-anak dan para pengungsi dengan tujuan membantu pemulihan kondisi psikologis agar tidak mengalami trauma pasca bencana berkepanjangan.
Sejumlah lokasi pengungsian yang menjadi sasaran kegiatan trauma healing ini diantaranya Posko Pengungsian Aula Gedung DPRD Kabupaten Kudus, TPQ Kuriyathul Fikri Desa Pasuruhan Lor, serta Gedung NU Center Desa Loram Kulon.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Polres Kudus bersama Bag Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah memberikan berbagai permainan edukatif, motivasi, serta bingkisan makanan ringan kepada anak-anak pengungsi. Selain itu, tim juga memberikan edukasi terkait kemandirian dan kebersihan diri selama berada di pengungsian.
Bag Psikologi Biro SDM Polda Jateng turut menyerahkan bantuan sembako kepada pengungsi melalui koordinator dapur umum.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jateng, AKBP Ahli Rumekso, mengatakan kegiatan psikososial ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap ceria dan mampu melewati masa sulit akibat bencana.
“Pendampingan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak trauma serta membantu proses pemulihan mental para pengungsi,” ujarnya.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan Polri tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga kemanusiaan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan dan perhatian agar warga terdampak banjir bisa segera pulih dan bangkit,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga pengungsi, Siti Aminah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama bagi anak-anak.
“Anak-anak jadi senang, tidak terus-terusan sedih dan bosan di pengungsian. Kami sebagai orang tua merasa lebih tenang. Terima kasih kepada Polri dan tim psikologi yang sudah peduli dengan kami,” ucapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















