PATI, Beritajateng.id – Cuaca ekstrem memicu sejumlah bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Pati. Tercatat, sebanyak 20 dari 21 kecamatan di kabupaten tersebut terdampak banjir dan longsor pada Januari 2026.
Rinciannya sebanyak 14 kecamatan terdampak banjir sementara enam kecamatan lainnya terjadi tanah longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, banjir saat ini mulai menyebar di sepanjang aliran Sungai Silugonggo. Mulai dari wilayah Kecak Sukolilo, Kayen, Gabus, Margorejo, Jakenan, Pati Kota, hingga Juwana.
Selain itu, luapan Sungai Widodaren mengakibatkan tiga desa di Kecamatan Batangan terdampak banjir. Sementara Kecamatan Winong dan Tambakromo juga kebanjiran akibat luapan Sungai Godo.
Bergeser ke sebelah utara, banjir bandang menerjang wilayah mulai dari Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Trangkil, hingga Wedarijaksa akibat air kiriman dari lereng timur Gunung Muria.
“Awalnya di Doropayung, sekarang banjir pelan-pelan naik. Hari ini Desa Bumirejo dan Tluwah mulai terdampak. Di Kecamatan Jakenan juga sudah ada desa yang mulai terkena banjir,” kata Martinus, Kamis 15 Januari 2026.
Martinus mengatakan, sejumlah titik lokasi pengungsian mulai didirikan karena ketinggian air yang terus bertambah. Seperti di Balai Desa Doropayung, eks Stasiun Juwana, Balai Desa Bumirejo, hingga di Rusunawa Juwana.
Sementara itu, tanah longsor terjadi di beberapa kecamatan, seperti di Tlogowungu, Gembong, Gunungwungkal, Cluwak, dan Pucakwangi.
Dari sekian banyak wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi, kata Martinus, hanya Kecamatan Jaken saja yang belum ada laporan terkait kebencanaan baik banjir, angin kencang, maupun tanah longsor.
“Kecamatan Jaken saja yang belum melaporkan adanya dampak bencana hidrometeorologi, baik banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung. Padahal hampir semua (kecamatan) terdampak,” tambahnya.
Melihat curah hujan yang masih cukup tinggi, Martinus meminta kewaspadaan masyarakat terhadap bencana yang bisa datang kapan saja. Pihaknya memprediksi, cuaca semacam ini akan bertahan sampai Februari bulan depan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















