PEKALONGAN, Beritajateng.id – Wisata olahraga ekstrem berupa canyoning kini hadir di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen. Objek wisata ini diadakan setelah para pemuda Tim Kumbang Alang-Alang asal desa setempat memanfaatkan curug di kawasan hutan desa tersebut.
Wisata canyoning ini sendiri sedang tren di kalangan pecinta petualangan. Wisata ini mengajak pengunjung menyusuri aliran sungai pegunungan, menuruni tebing menggunakan tali, hingga menikmati keindahan curug dari sudut yang berbeda.
Pengelola Blanten Canyoning, Riki Pujianto, mengatakan ide menghadirkan wisata tersebut berawal dari keinginan menggali potensi alam yang dimiliki Desa Kutorojo.
“Kami melihat banyak potensi alam yang kiranya bisa digali. Kebetulan juga ada beberapa teman yang memang kompeten di bidang canyoning,” ujar Ricky saat ditemui, Minggu, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, aktivitas outdoor sebenarnya sudah lama dilakukan bersama komunitasnya. Namun, layanan open trip untuk masyarakat umum baru dibuka pada awal 2026 setelah aktivitas mereka dipublikasikan melalui media sosial.
“Sebenarnya kegiatan outdoor seperti ini sudah lama kami lakukan. Tapi untuk open trip baru dimulai awal tahun ini. Waktu itu kami sedang main, lalu ada salah satu teman yang aktif di Instagram ikut mempublikasikan kegiatan kami. Dari situ sampai sekarang Alhamdulillah terus berjalan,” katanya.
Untuk mengikuti wisata tersebut, pengunjung dikenakan biaya Rp185 ribu per orang. Tarif tersebut sudah mencakup makan siang, perlengkapan keselamatan lengkap seperti karabiner, figure, body harness, sepatu, hingga perlengkapan pendukung lainnya, termasuk fasilitas P3K standar.
“HTM saat ini Rp185.000. Dengan harga itu sudah termasuk makan siang, seluruh perlengkapan seperti karabiner, figure, sepatu, body harness, dan perlengkapan lainnya. Kami juga menyediakan P3K standar untuk keamanan peserta,” jelas Ricky.
Ia menambahkan, jadwal open trip dibuka setiap awal bulan dan umumnya dilaksanakan pada akhir pekan maupun hari libur nasional. Informasi lengkap dapat diakses melalui akun Instagram Kumbang Alang-Alang maupun Blanten Canyoning.
Selain sensasi menuruni tebing menggunakan tali, peserta juga diajak menikmati panorama alam sepanjang perjalanan menuju Curug Bendang Luhur.
“Kami mengelola dua curug. Yang pertama Curug Bendang Luhur. Sepanjang perjalanan banyak view yang sangat indah. Siang hari kita bisa menikmati pemandangan lembah. Kalau malam hari, kita bisa melihat kerlap-kerlip lampu dari wilayah Kajen, Kesesi, Karanganyar, dan sekitarnya. Semuanya terlihat dari sini,” ungkapnya.
Ricky berharap wisata berbasis alam tersebut dapat menjadi daya tarik baru sekaligus mengenalkan potensi Desa Kutorojo kepada masyarakat luas.
“Kami menyediakan wisata yang memanfaatkan keindahan alam. Monggo main ke sini, sambil hiking dan menikmati suasana hutan. Banyak juga potensi alam yang bisa dilihat dan digali. Monggo, datang saja ke sini,” tuturnya.
Salah seorang peserta, Olga, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda setelah mencoba canyoning di Blanten Canyoning. Menurutnya, sensasi menuruni curug di tengah kawasan hutan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
“Di sini asyik sekali. Tadi kita naik dulu ke tebing, terus turun pakai tali,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















