PEKALONGAN, Beritajateng.id – Ratusan bangunan sekolah di Kabupaten Pekalongan mulai dari TK, SD, hingga SMP dilaporkan mengalami kerusakan. Ketua DPRD setempat, Abdul Munir pun mendorong adanya perbaikan.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 di Aula Sekda Kabupaten Pekalongan, Selasa, 31 Maret 2026, Munir menuturkan kebutuhan anggaran untuk perbaikan seluruh sekolah mencapai sekitar Rp550 miliar.
“Kalau semuanya ingin dibangun, dibutuhkan anggaran sekitar Rp550 miliar,” ujarnya.
Apabila perbaikan tersebut ditargetkan selesai dalam lima tahun maka menurutnya setiap tahun dibutuhkan anggaran sekitar Rp110 miliar. Namun, ia mengungkap kemampuan APBD Kabupaten Pekalongan saat ini hanya mampu mengalokasikan sekitar Rp30 miliar per tahun untuk rehabilitasi gedung sekolah.
“Artinya, kalau mengandalkan itu, butuh waktu sampai 20 tahun untuk menyelesaikan semuanya, dan setelah satu siklus itu, gedung pertama yang diperbaiki ya sudah rusak lagi,” ungkap Munir.
Munir pun menyoroti kondisi fiskal daerah yang masih bergantung pada pemerintah pusat. Ia mengungkap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pekalongan saat ini sekitar Rp711 miliar. Namun, angka tersebut berpotensi dievaluasi karena dinilai belum realistis.
“Ketergantungan kita terhadap dana pusat masih sangat tinggi. Dari sekitar 2,5 triliun, kita hanya mampu menyediakan PAD sekitar Rp711 miliar dan itupun akan dievaluasi,” ujarnya.
Melihat kondisi ini, pihaknya pun berkomitmen memastikan seluruh pokok-pokok pikiran DPRD digunakan untuk kepentingan publik, seperti pembangunan sekolah, madrasah diniyah, masjid, jalan desa, dan kebutuhan masyarakat lainnya.
“Prinsipnya, kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















