PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 sukses digelar selama enam hari mulai 25-30 Agustus 2026. Kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 ini mencatat perputaran uang hingga Rp11,5 miliar.
Mewakili Plt Bupati Sukirman, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Mohammad Yulian Akbar mengungkap jumlah pengunjung tercatat sekitar 130.000 orang selama acara berlangsung. Ia pun memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini.
“Tentu kami menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara pada sore hari ini. Perputaran uang menembus Rp11,5 miliar,” ujarnya saat penutupan di Panggung Utama Alun-Alun Kajen, Minggu sore, 30 Agustus 2026.
Akbar menegaskan bahwa meskipun diselenggarakan secara sederhana dan di tengah efisiensi anggaran, Pekan Raya Kajen tetap mampu memberikan hasil yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“PRK ini bisa kita laksanakan di tengah situasi kondisi kita yang masih diliputi oleh efisiensi. Saya pikir ini hal yang bagus sudah dilaksanakan meskipun dengan cara sederhana, Alhamdulillah output outcome-nya baik,” tuturnya.
Dalam acara penutupan itu, panitia menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada pemenang lomba hafalan surat pendek, Brewing Battle Kopi, mewarnai, Reels Instagram, Tari Kreasi Anak, serta penghargaan stand terunik, inovatif, edukatif, dan kreatif dari tujuh kecamatan wilayah tengah.
Plt. Kepala Dinkop UKM Naker Siti Masruroh melaporkan tagline kegiatan Pekan Raya Kajen tahun ini adalah “UMKM Maju, Bersatu, dan Berkarya”. Dari acara tersebut, retribusi sewa tanah tercatat mencapai Rp62,7 juta.
Adapun penerimaan kebersihan dan parkir masih dalam proses rekapitulasi. Menurutnya perputaran ekonomi di Pekan Raya Kajen berasal dari area pameran, wahana, PKL kuliner, serta sektor jasa dan pendukung lainnya.
“Event ini terbukti memberikan dampak positif atau multiplier effect bagi pembangunan perekonomian daerah, peningkatan omset para pelaku UMKM, perluasan jaringan bisnis dan kemitraan, pendorongan nilai investasi, serta kontribusi penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Pekalongan,” pungkas Masruroh.
Jurnalis: *Red
Editor: Utia Lil















