REMBANG, Beritajateng.id – Bupati Harno menuturkan pihaknya akan membenahi sejumlah armada pemadam kebakaran (damkar) yang sudah menua. Langkah ini diambil sebagai upaya agar kejadian darurat dapat direspon dengan cepat.
Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen segera mengoptimalkan armada yang belum berfungsi maksimal. Ia menilai seluruh kendaraan operasional harus siap digunakan kapan saja ketika terjadi keadaan darurat.
“Tiga mobil yang belum maksimal ini akan berupaya untuk bisa diperbaiki. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, mobil-mobil tersebut sudah harus standby semuanya,” tegas Harno.
Harno menuturkan pembenahan dilakukan secara bertahap. Ia berharap hal ini dapat meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya.
“Yang terpenting, ketika masyarakat membutuhkan bantuan, seluruh armada dapat bergerak cepat dan memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, mengatakan keselamatan personel menjadi perhatian utama di tengah kondisi armada yang sebagian besar telah berusia tua.
Menurutnya, petugas pemadam kebakaran tidak hanya dituntut sigap menyelamatkan masyarakat, tetapi juga harus memastikan keamanan diri saat bertugas di lapangan.
“Kami ingin bisa menyelamatkan masyarakat,” katanya, Senin, 15 Juni 2026.
Luthfi mengungkapkan, sejumlah armada kerap mengalami gangguan teknis setelah digunakan untuk operasi pemadaman maupun penyelamatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesiapan layanan kepada masyarakat.
“Setelah digunakan, sering kali muncul kendala seperti rem bermasalah atau mesin mengalami gangguan. Karena itu kami selalu mempertimbangkan faktor keselamatan personel,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi apabila armada mengalami kendala saat menuju lokasi kejadian. Salah satunya dengan meminta dukungan unit lain agar penanganan tetap berjalan.
“Memang pernah dan cukup sering terjadi. Kalau di tengah perjalanan rem bermasalah atau ada kendala lain, kami berhenti terlebih dahulu dan meminta bantuan unit lain. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami upayakan berjalan,” katanya.
Diketahui, selain menghadapi persoalan armada, BPBD juga harus menanggung biaya operasional yang terus meningkat.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















