KUDUS, Beritajateng.id – Normalisasi terhadap Sungai Togot dan Sungai Sutriman di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo mulai dilakukan. Proses ini dilakukan setelah kedua sungai itu sering menjadi penyebab lahan pertanian kebanjiran saat hujan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Kudus, Syarif Hidayah menjelaskan, tahapan normalisasi sungai yang dilakukan yakni pendalaman, pelebaran, peninggian tanggul dan pembuatan tanggul baru.
Jika sudah dinormalisasi nanti, kata Syarif, aliran air dari sungai ini diharapkan bisa lebih lancar menuju Kolam Retensi dan tidak mudah melimpas ke arena persawahan milik petani sekitar.
“Aliran Sungai Togot dan Sungai Sutriman ini sendiri arahya menuju daerah irigasi Kedung Upit lalu masuk ke wilayah sekitar Pasar Doro, kemudian masuk ke aliran sungai di Jalan Lingkar Tenggara. Selanjutnya sekitar 24 kilometer masuk ke Sungai Jumirah menuju ke Kolam Retensi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati,” paparnya.
Ia menjelaskan, normalisasi sungai di wilayah Desa Gulang ini lebih dulu dikerjakan karena membantu proyek strategis nasional yakni ketahanan pangan. Dengan adanya normalisasi ini, pihaknya berharap hasil pertanian di Desa Gulang bisa lebih meningkat.
“Prospek kami, setelah ada normalisasi ini, Masa Tanam (MT) petani di Desa Gulang bisa bertambah. Jika setahun biasanya hanya ada satu kali MT, harapannya nanti bisa bertambah jadi dua kali,” tuturnya.
Syarif mengungkap keterbatasan anggaran karena efisiensi menjadi penyebab pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas dalam program normalisasi sungai.
“Sebenarnya ada 12 sungai yang harus segera dinormalisasi untuk menangani masalah banjir di beberapa wilayah. Tapi kami dahulukan sungai di Desa Gulang karena untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















