BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berencana mengembalikan fungsi Alun-Alun Blora sebagai ruang terbuka hijau. Hal ini menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo mengenai Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Rencana ini pun dinilai dapat menggusur para pedagang kaki lima (PKL) yang telah lama berjualan di sekitar kawasan Alun-Alun Blora. Sehingga kini mereka menunggu kepastian Pemkab Blora mengenai adanya relokasi agar mereka bisa tetap berjualan.
Salah satu PKL di Alun-Alun Blora, Adil, mengatakan Pemkab Blora sudah melayangkan surat kepada para pedagang yang ada di kawasan tersebut untuk segera pindah.
“Kita sadar ini bukan lahan kita, jadi kita tetap patuh aturan apabila nantinya harus di pindah,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
Adil juga mengungkap pihaknya sudah berjualan selama kurang lebih 15 tahun sejak 2010 di kawasan Alun-Alun Blora. Omzet penghasilannya pun mencapai Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per hari. Sehingga ia berharap Pemkab Blora memberikan keputusan relokasi agar ia bisa terus berjualan.
“Kabarnya sih di Pasar Sido Makmur, tapi jika itu terjadi harapannya nanti penataannya harus di tata. Jangan berjejer angkringan semua harus di selang seling satu jualan makanan,” ujarnya
Sebelumnya, Wakil Bupati Sri Setyorini mengatakan pembongkaran 12 shelter di Alun-Alun Blora bertujuan menindaklanjuti Gerakan ASRI. Ia menilai langkah ini juga telah sesuai aturan mengenai zona wilayah.
“Alun-alun itu ada perdanya dan sudah masuk zona. Jadi dulunya itu sudah ada peringatan awal (tidak berjualan di Alun-Alun Blora, red),” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















