KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) resmi menutup lima sekolah dasar (SD) pada awal 2026. Penutupan ini berlaku pada Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Lima SD yang akan ditutup antara lain SD 2 Gamong (Kecamatan Kaliwungu), SD 4 Kedungdowo (Kecamatan Kaliwungu), SD 1 Wates (Kecamatan Undaan), SD 1 Adiwarno (Kecamatan Mejobo), dan SD 2 Bulungcangkring (Kecamatan Jekulo).
“Lima SD sudah kami pastikan ditutup. Jadi mulai masuk semester baru tanggal 5 Januari 2026 nanti, siswa di sekolah-sekolah yang kami tutup sudah pindah dan mulai belajar ke sekolah baru,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan penutupan sekolah ini berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 36 tahun 2024 tentang pedoman pendirian, perubahan dan penutupan satuan pendidikan.
“Pertimbangan yang diambil dalam menutup lima sekolah di Kabupaten Kudus, meliputi minimnya jumlah siswa atau kurang dari 60 siswa dalam satu sekolah, kemudian berada dalam satu kompleks dengan sekolah lain,” jelasnya.
Anggun menyampaikan, sebelum memutuskan untuk menutup sekolah, Disdikpora Kabupaten Kudus telah melakukan kajian terlebih dahulu. Termasuk, melakukan diskusi dengan pihak sekolah, komite sekolah dan tokoh masyarakat.
“Harapannya penutupan ini bisa meminimalisir permasalahan di sekolah. Seperti kekurangan siswa dan perawatan gedung sekolah. Sehingga, peningkatan pembelajaran siswa di Kudus bisa maksimal,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk nasib siswa, pihaknya telah menyarankan agar bisa pindah ke sekolah terdekat. Hal ini agar mobilitas mereka tidak mengalami kesulitan dan proses pengurusan administrasi terkait kepindahan lebih mudah.
Sementara untuk nasib guru, Anggun menyebut akan dilakukan penataan dan pemerataan di sekolah yang masih kekurangan guru. Adapun guru yang masih berstatus honorer, nasib mereka akan menjadi tanggung jawab sekolah asal.
“Untuk siswa kami arahkan ke sekolah terdekat, kecuali bagi yang mau milih sekolah sendiri kami persilakan. Untuk guru akan kami lakukan penataan, dan yang masih honorer kita kembalikan (tanggung jawab) ke sekolah,” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















