KUDUS, Beritajateng.id – Kuota jumlah kelas pelatihan keterampilan kerja di Kabupaten Kudus bakal berkurang pada 2026 mendatang. Padahal pelatihan ini merupakan program rutin Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus untuk membantu mengasah skill calon pekerja.
Kepala UPTD BLK Kabupaten Kudus, Evita Dewi menjelaskan, ada pemotongan anggaran untuk kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Hal itu lantaran adanya kebijakan pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari Kementerian Keuangan.
“Tahun depan ada pengurangan anggaran untuk program pelatihan keterampilan kerja,” katanya.
Ia mengatakan, pada 2025 anggaran untuk program pelatihan keterampilan kerja yakni senilai Rp4 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sedangkan pada 2026 nanti berkurang separuhnya menjadi sekitar Rp2 miliar.
“Pengurangan anggaran ini nantinya menyebabkan jumlah kelas pelatihan keterampilan kerja juga berkurang,” ujarnya.
Meski demikian, Evita menyebut jenis kelas pelatihan keterampilan kerja tetap akan diprioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kudus. Penentuan jenis kelas ini dilakukan melalui polling di media sosial, survei perusahaan, dan usulan dari masyarakat.
“Contohnya itu untuk tahun 2026 nanti kami rencananya akan mengadakan pelatihan pengolahan ikan. Jenis kelas ini berdasarkan usulan langsung dari masyarakat di Paguyuban Penghuni Rusunawa. Mereka katanya sudah punya budidaya ikan dan ingin dibuatkan kelas pelatihan untuk pengolahan ikan agar bisa semakin berkembang,” paparnya.
Meski demikian, Evita menyebut belum bisa memastikan kapan kelas pelatihan keterampilan kerja tahun 2026 bakal dimulai.
“Yang jelas bulan Januari nanti kami baru mulai persiapan. Apalagi nanti bulan Februari sudah mulai Ramadhan, jadi kami belum bisa pastikan kapan program keterampilan kerja bakal dimulai,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















