KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (tengah) berencana melakukan evaluasi pada Pasar Colo yang berada di kawasan religi Makam Sunan Muria. Saat ini, bangunan pasar itu masih dalam tahap pengkajian ulang.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, wacana evaluasi Pasar Colo mencuat setelah adanya aspirasi dan keluhan dari para pedagang terkait kondisi bangunan serta pemanfaatannya yang dinilai belum maksimal.
Menurut dia, Pasar Colo merupakan bangunan lama yang sudah berdiri sejak bertahun-tahun lalu, sehingga wajar jika saat ini membutuhkan penataan ulang yang lebih adaptif dengan perkembangan zaman.
“Pasar Colo itu bangunan lama. Tentu harus kita evaluasi bersama, baik dari sisi fisik bangunan, fungsi, maupun dampak ekonominya. Kami membuka ruang kajian, baik internal pemerintah maupun melibatkan pihak eksternal,” ujarnya, Senin, 22 Desember 2025.
Ia menegaskan, Pemkab Kudus tidak menutup kemungkinan adanya perubahan atau penyesuaian fungsi Pasar Colo, selama tetap berorientasi pada kemanfaatan publik.
Sejumlah gagasan pun mulai mengemuka, mulai dari pemanfaatan sebagai ruang usaha kreatif, tempat kuliner dan ngopi, hingga penginapan sederhana yang bisa menunjang kebutuhan wisatawan.
“Yang terpenting, bangunan itu hidup dan memberikan dampak positif. Bisa saja nanti dikerjasamakan dengan pihak ketiga, sepanjang skemanya menguntungkan daerah dan masyarakat, khususnya warga Colo,” jelasnya.
Sam’ani menilai, kawasan Colo memiliki potensi ekonomi besar karena menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kudus yang tak pernah sepi peziarah.
Oleh sebab itu, lanjut dia, pengelolaan fasilitas pendukung, termasuk pasar, harus diselaraskan dengan kebutuhan wisatawan tanpa menghilangkan fungsi ekonomi kerakyatan bagi pedagang lokal.
Kendati demikian, penataan ulang Pasar Colo tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga pada produktivitas dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Pasar Colo diharapkan mampu menjadi simpul ekonomi yang terintegrasi dengan aktivitas wisata religi.
“Penataan ini harus bisa meningkatkan kesejahteraan pedagang dan warga sekitar. Jangan sampai potensi besar wisata Colo tidak diikuti fasilitas yang memadai,” katanya.
Pemkab Kudus pun mengajak masyarakat, khususnya pedagang dan warga Colo, untuk turut memberikan masukan dalam proses kajian tersebut.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















