KUDUS, Beritajateng.id – Pertamina menutup sejumlah SPBU di Kabupaten Kudus yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat intensitas curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
SPBU yang ditutup yakni SPBU 43.593.18 – Jl. Lingkar Utara, Bacin, SPBU 44.593.15 – Jalur Pantura Demak–Kudus serta SPBU 48.595.05 – Jl. Raya Demak (perbatasan Kudus–Demak).
Seorang pengendara, Adam, warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae mengaku ikut terdampak dengan adanya penutupan SPBU Bacin. Hal ini lantaran dirinya sering mengisi BBM untuk kendaraan di SPBU tersebut yang dekat dengan tempat tinggalnya.
“Biasanya kan memang mengisi BBM di SPBU Bacin ini untuk berangkat kerja. Karena saat ini masih ditutup, jadi terpaksa cari alternatif lain,” katanya, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia mengaku terpaksa harus membeli BBM di penjual eceran dengan harga yang lebih mahal. Pasalnya, untuk menuju SPBU terdekat lainnya seperti SPBU 44.593.02 Dersalam, ia harus menempuh jarak 3,9 kilometer dari SPBU Bacin.
“Kalau mau ke SPBU Dersalam cukup jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan penutupan SPBU dilakukan untuk memastikan kualitas produk BBM tetap terjaga sesuai standar.
Pihaknya memastikan pasokan bahan bakar bagi masyarakat Kudus tidak terganggu. Ia menyebut, Pertamina sudah menerapkan skema alih suplai ke SPBU terdekat yang tidak terdampak banjir.
Pihaknya pun mengarahkan konsumen ke SPBU yang masih beroperasi sebagai lokasi alih suplai yakni SPBU 44.593.04 Matahari – Jl. Jend. Ahmad Yani, Kudus, SPBU 44.593.01 Prambatan – Jl. Raya Kudus–Jepara, SPBU 44.593.09 Hadipolo – Jl. Raya Kudus–Pati, dan SPBU 44.593.25 Rendeng – Jl. Jend. Sudirman, Kudus.
“Setelah banjir surut, SPBU akan dilakukan pengecekan menyeluruh, termasuk pemeriksaan kemungkinan adanya kandungan air, sebelum kembali dioperasikan,” jelasnya.
Taufiq menambahkan, Pertamina terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Seluruh pengelola SPBU, khususnya di wilayah Kudus dan sekitarnya, telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















