KUDUS, Beritajateng.id – Kepatuan pembayaran pajak di Kabupaten Kudus tinggi seiring dengan realisasi pendapatan daerah yang telah melampaui target triwulan I. Salah satunya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Hingga 31 Maret 2026, realisasi PKB di Kudus mencapai Rp28,5 miliar. Jumlah tersebut telah melampaui target triwulan pertama sebesar 20 persen. Adapun target PKB di Kudus secara keseluruhan yakni sekitar Rp145 miliar.
“Capaian ini menunjukkan kinerja penerimaan pajak di Kudus cukup baik dan kepatuhan masyarakat masih tinggi,” ujar Kasi Pelayanan Pajak Daerah Samsat Kudus, Agus Praviantho, Rabu, 8 April 2026.
Tidak hanya PKB, Agus mengungkap penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga menunjukkan performa kuat. Dari target Rp71,8 miliar, realisasi hingga akhir Maret mencapai Rp15,425 miliar atau 21,46 persen.
Agus mengakui fenomena ajakan untuk menunda atau tidak membayar pajak beberapa waktu lalu sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun ia mengapresiasi masyarakat setempat karena tidak terpengaruh ajakan tersebut.
“Alhamdulillah, di Kudus tidak berdampak serius. Tingkat kepatuhan masyarakat masih cukup tinggi,” tegasnya.
Untuk meredam misinformasi dan meningkatkan kesadaran wajib pajak, Samsat Kudus melakukan sosialisasi masif ke 9 SMA/SMK dan 9 kecamatan. Para kepala desa dan sekretaris desa juga dilibatkan untuk memperluas jangkauan informasi.
“Ketika kami turun langsung ke lapangan, ternyata kesadaran masyarakat cukup baik. Ini terbukti dari capaian yang bisa melampaui target triwulan pertama,” imbuh Agus.
Agus optimistis target pendapatan pajak tahun ini dapat dicapai bahkan berpotensi terlampaui. Hal ini melihat tingkat kepatuhan warga yang tetap kuat.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















