KUDUS, Beritajateng.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kudus pada Kamis malam, 6 November 2025.
Dalam kunjungannya tersebut, ia meninjau kawasan perumahan subsidi FLPP Cemara SAE 2 Residence di Desa Terban, Kecamatan Jekulo. Rumah-rumah itu diketahui diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK).
“Kami datang ke Kudus bukan sekadar melihat bangunan, tapi memastikan rakyat benar-benar merasakan manfaat program perumahan. Termasuk para pekerja, seperti pegawai di perusahaan Djarum, yang kini bisa memiliki rumah layak dengan harga terjangkau,” ujar Menteri Ara, sapaan akrabnya.
Selain itu, Menteri Ara juga menegaskan pentingnya membangun ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, apa yang disebut Presiden Prabowo sebagai ‘serakahnomics’ yakni perilaku pengusaha yang hanya memperkaya diri tanpa peduli kesejahteraan rakyat harus dihindari.
“Kita harus meneladani Presiden yang ingin agar pertumbuhan ekonomi dirasakan masyarakat kecil, bukan hanya segelintir orang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) atas kontribusinya dalam memperluas akses perumahan bagi pekerja.
Menteri Ara menilai kolaborasi antara pemerintah, Apersi, dan BPJS TK menjadi contoh konkret sinergi dalam pemerataan ekonomi. Ia berharap langkah ini dapat memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat.
“Rumah adalah hak dasar rakyat. Kalau rakyat punya rumah, mereka punya masa depan. Inilah esensi keadilan sosial yang ingin kita wujudkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Apersi, Junaidi Abdillah menuturkan pihaknya memberikan diskon uang muka hingga 1 persen bagi peserta BPJS TK, bahkan ada pengembang yang menanggung penuh uang muka tersebut.
Kebijakan ini berlaku hingga Desember 2025 dan dapat dimanfaatkan di seluruh proyek anggota Apersi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















