KUDUS, Beritajateng.id – Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus tercatat tinggi meski jam operasional dibatasi. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus, Mutrikah, mengatakan selama Ramadan pihaknya tetap membuka layanan bagi masyarakat dengan menyesuaikan jam buka sesuai jam kerja.
Ia menuturkan kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada pegawai dan pengunjung yang menjalankan ibadah puasa.
“Gedung layanan perpustakaan tetap melayani masyarakat seperti biasa. Hanya jamnya yang berbeda. Kalau hari biasa sampai pukul 19.00 WIB, selama Ramadhan kami menyesuaikan dengan jam kerja,” ujarnya pada Kamis, 26 Februari 2026.
Untuk hari kerja, layanan perpustakaan dibuka sejak pagi dan tutup pukul 14.00 WIB. Khusus hari Jumat, layanan berakhir lebih awal, yakni pukul 11.00 WIB. Sementara pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, perpustakaan tetap buka hingga pukul 12.00 WIB.
Mutrikah menjelaskan, penyesuaian jam layanan ini bertujuan agar aktivitas ibadah dan persiapan berbuka puasa pegawai maupun masyarakat tidak terganggu.
“Kita harus saling menghormati, khususnya bagi yang menjalankan ibadah puasa. Dengan penyesuaian ini, kegiatan sore hari bisa lebih leluasa,” katanya.
Menariknya, meski jam layanan dibatasi, tingkat kunjungan selama Ramadan terbilang stabil. Rata-rata pengunjung harian mencapai hampir 200 orang. Angka tersebut dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
“Laporan dari teman-teman, kunjungan harian berkisar 179 sampai 200 orang. Rata-rata sekitar 200 pengunjung per hari selama Ramadhan. Ini sudah bagus,” ungkapnya.
Ia membandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu ketika jumlah kunjungan harian masih tergolong rendah.
“Dulu kalau dapat 20 sampai 25 pengunjung saja sudah bagus. Kalau ada kegiatan paket edukasi anak-anak, baru bisa 40 sampai 50 orang,” jelas Mutrikah.
Pada hari normal di luar Ramadhan, kata dia, jumlah pengunjung memang bisa mencapai 400 hingga 500 orang per hari karena jam layanan lebih panjang hingga malam.
“Alhamdulillah, walaupun jam layanan kita batasi, minat masyarakat tetap tinggi,” ujarnya.
Selain layanan baca, Dinarpus juga mengisi Ramadhan dengan kegiatan kajian keagamaan yang digelar dua kali sepekan, setiap Selasa dan Jumat. Kegiatan ini menggantikan agenda rutin senam lansia.
“Supaya Ramadhan lebih bermakna, senam lansia kami ganti dengan pengajian. Tujuannya membangun kebersamaan antar stakeholder perpustakaan,” tambahnya.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, fasilitas pendukung seperti Wi-Fi gratis tetap tersedia dan dapat diakses baik di dalam maupun di luar gedung perpustakaan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















