PEKALONGAN, Beritajateng.id – Sebanyak 50 peserta perwakilan takmir masjid dari seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) penyembelihan kurban bagi panitia kurban masjid.
Bimtek yang berlangsung di aula lantai 2 kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten ini digelar Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman panitia kurban dalam menangani hewan kurban secara tepat, mulai dari pemilihan hingga pendistribusian daging.
“Harapannya, dengan adanya bimtek ini, para panitia menjadi lebih paham dalam penanganan hewan kurban. Mulai dari pemilihan hewan, memastikan kesehatannya, proses penyembelihan, hingga penanganan daging kurban,” ujar Medik Veteriner DKPP Kabupaten Pekalongan, drh. Mu’tasim Billah.
Dalam kegiatan tersebut, DKPP menekankan pentingnya pemenuhan syarat hewan kurban, seperti kecukupan umur, kondisi sehat, serta bebas dari cacat. Selain itu, proses penyembelihan hingga penanganan daging juga menjadi perhatian utama agar hasilnya memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
“Sehingga nanti daging yang dihasilkan benar-benar dalam kondisi ASUH,” tambahnya.
Bimtek ini menghadirkan sejumlah pemateri dari DKPP, di antaranya drh. Imam Sulistiana, Kepala Bidang drh. Arief Rahman, serta drh. Mu’tasim Billah sendiri.
Lebih lanjut, Mu’tasim juga berpesan kepada masyarakat, khususnya panitia kurban, agar melaksanakan ibadah kurban dengan baik dan penuh ihsan, serta memperhatikan kecepatan distribusi daging agar kualitasnya tetap terjaga.
“Harapannya daging bisa segera tersampaikan ke masyarakat, supaya kualitasnya tetap baik,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta, Bahrun dari Kelompok Tani Tirto, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman menyeluruh terkait proses penyembelihan hingga pembagian daging.
“Kegiatan ini sangat penting, karena kita diberi pengarahan mulai dari penyembelihan sampai pengemasan dan pembagian ke masyarakat, jadi kita lebih tahu,” ungkapnya.
Ia juga mengaku mendapat wawasan baru terkait perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa hewan kurban perlu diperlakukan dengan baik.
“Artinya, hewan itu diperlakukan sebaik mungkin, seperti memperlakukan manusia,” katanya.
Bahrun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang agar masyarakat semakin memahami tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan syariat.a
“Harapannya ke depan, supaya ada kegiatan seperti ini lagi, sehingga masyarakat lebih tahu tentang penyembelihan yang sesuai secara agamis,” pungkas Bahrun.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















