KUDUS, Beritajateng.id – Bupati Sam’ani Intakoris menemukan sejumlah pemasangan lantai granit di proyek pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kudus kurang presisi. Sebagai tindak lanjut, ia memerintahkan agar bagian tersebut dibongkar dan diperbaiki lagi.
Menurutnya langkah pembongkaran itu merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas hasil pekerjaan agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia juga memberikan apresiasi terhadap Dinas Arpusda yang terus melakukan pengawasan ketat di lapangan, serta pihak rekanan yang dinilai kooperatif.
“Dari pantauan tadi, ada beberapa bagian lantai yang tidak presisi, jadi harus dibongkar. Penyedia jasa siap memperbaiki agar hasilnya rapi dan sesuai standar. Terima kasih kepada Bu Tika dari Dinas Arpusda yang terus mengawasi, dan kepada rekanan yang telah bekerja maksimal,” ungkapnya saat meninjau progres proyek Arpusda, Rabu, 5 November 2025.
Ia mengungkap progres pembangunan proyek Arpusda telah mencapai 76 persen. Proyek strategis Pemerintah Kabupaten Kudus ini dibiayai menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp10.65 miliar.
“Proyek ini sudah mencapai 76 persen dan ditargetkan selesai 100 persen pada akhir November atau awal Desember mendatang. Setelah itu akan dilakukan PHO untuk proses pembayaran 100 persen,” kata Sam’ani.
Selain itu, Bupati juga membuka ruang partisipasi publik dalam proses pengawasan. Ia menegaskan masyarakat maupun insan pers berhak ikut memantau jalannya pembangunan demi transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah.
“Teman-teman dari pers atau masyarakat silakan ikut memantau. Kalau ada yang kurang pas bisa disampaikan kepada kami. Ini bagian dari pengawasan publik terhadap pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, pihak pelaksana proyek dari CV Mawar Merah melalui Andi Raih memastikan siap menindaklanjuti temuan di lapangan. Ia menyebut ada sekitar 20 hingga 25 keping granit yang dibongkar untuk diperbaiki ulang.
“Secara keseluruhan sudah bagus, hanya presisinya kami rapikan. Kami juga akan menambah tenaga kerja agar target penyelesaian 100 persen akhir November bisa tercapai,” ujar Andi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















