KUDUS, Beritajateng.id – Peringatan Buka Luwur Sunan Kudus diawali dengan tradisi Bubur Asyura. Proses pembuatan makanan ini pun tergolong unik karena harus diaduk selama tiga jam tanpa henti oleh satu orang.
“Memasak dimulai jam tiga pagi, kemudian diaduk selama tiga jam tanpa berhenti, dan harus satu orang,” ujar salah satu panitia tradisi Bubur Asyura, Nailis Sa’adah, Rabu, 24 Juni 2026.
Lebih rinci, Nailis menjelaskan proses pembuatan Bubur Asyura dimulai sejak 8 Muharram dengan menyiapkan berbagai bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Selanjutnya, pada 9 Muharram pukul 03.00 WIB, proses memasak dimulai.
Nailis menjelaskan, Bubur Asyura yang dibuat memiliki sembilan jenis isian, yakni tahu, tempe, teri, telur, pentol, cambah, jeruk, udang, dan cabai. Sembilan bahan tersebut memiliki makna filosofis yang merujuk pada Wali Songo.
“Sembilan bahan ini merujuk pada sembilan Wali Songo,” katanya.
Ia menambahkan, pembuatan Bubur Asyura melibatkan 35 ibu-ibu relawan dari warga sekitar Menara Kudus. Mereka bergotong royong menyiapkan dan memasak bubur hingga siap dibagikan kepada masyarakat.
Tahun ini, panitia menyiapkan sebanyak 1.050 uter Bubur Asyura yang akan dibagikan kepada warga Kauman dan sekitarnya. Selain itu, terdapat 500 takir bubur yang disediakan khusus untuk jamaah yang mengikuti pembacaan Al Barzanji pada malam hari.
“Untuk takir disampaikan kepada jamaah yang ikut berjanjen di malam hari,” jelasnya.
Nailis berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai. Ia juga berharap tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut dapat membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semuanya,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















