PEKALONGAN, Beritajateng.id – Seorang pemuda berinisial M (25) memiliki berat badan mencapai sekitar 180 kilogram. Kondisi obesitas ini membuat pemuda tersebut harus terbaring di tempat tidur dan tidak bisa beraktivitas normal sejak Desember 2025.
Selain itu, M juga mengalami luka dekubitus di punggung akibat terlalu lama berbaring serta anemia yang memperparah kondisinya. Hal ini membuat keluarganya mengaku kesulitan menanggung biaya perawatan harian.
Kakaknya, Romadhon, mengatakan kondisi M terus menurun dalam dua bulan terakhir sehingga membutuhkan perawatan intensif.
“Lukanya harus dibersihkan setiap hari supaya tidak infeksi. Kondisinya juga semakin lemah,” ujar Romadhon.
Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan. M sempat menjalani perawatan selama dua minggu di RSUD Kajen. Setelah pulang sekitar satu minggu, ia kembali dirawat selama lima hari di RSI Pekajangan.
Namun, tingginya biaya perawatan menjadi kendala utama bagi keluarga. Untuk satu kali tindakan pembersihan luka, biaya yang dibutuhkan berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu dan harus dilakukan setiap hari.
“Karena harus dilakukan setiap hari, kami cukup kesulitan untuk memenuhi biayanya,” kata Romadhon.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kajen II telah memberikan pendampingan terhadap kondisi M. Kepala Puskesmas Kajen II, Zamronah, mengatakan pihaknya mulai menangani kasus tersebut setelah menerima laporan dari pemerintah desa.
“Pasien baru dipulangkan dari RSI Pekajangan, lalu desa meminta kami untuk membantu penanganan lanjutan,” jelas Zamronah saat meninjau kondisi pasien, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, secara umum kondisi tubuh M mulai menunjukkan perbaikan, meskipun luka dekubitus yang dialami masih memerlukan perawatan intensif dan berkelanjutan.
M juga dijadwalkan menjalani kontrol rawat jalan di RSI Pekajangan pada 24 Juni mendatang. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi tim medis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Selain luka dekubitus, Zamronah menuturkan M juga mengalami anemia dengan kadar hemoglobin sekitar 7,3 gram per desiliter saat dipulangkan dari rumah sakit. Sebelumnya, ia telah mendapatkan transfusi darah selama menjalani perawatan.
Puskesmas Kajen II memastikan akan terus melakukan pendampingan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan terkait agar pasien mendapatkan penanganan optimal.
“Secara umum sudah mulai membaik, tetapi luka dekubitusnya masih perlu perawatan intensif dan berkelanjutan karena pasien mengalami obesitas,” tutup Zamronah.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















